
Hari silir berganti begitu cepat tetapi kapan itu
November ?. Seolah-olah 9 bulan begitu cepat
dan 2 bulan lagi begitu lama. Ya, itulah
yang sedang kami rasakan saat ini. Menunggu dan menanti bulan November itu tiba.
Rindu suasana rumah, saat bersama orangtua, dan teman. Apakah mereka juga rindu
kepada kami ? entahlah….
Kami
ingin pulang Pak… . Mengapa harus 11 bulan ? mengapa begitu lama kenapa gak 3
bulan saja agar sama seperti mereka. Mungkin agar kami menjadi sosok yang
mandiri, kuat dan agar kita mengerti dunia kerja secara real. Dulu Anda
pernah berbicara akan selalu ada disaat kita membutuhkan, entah itu janji atau
hanya sekedar berbicara atau bahkan motivasi belaka agar kita mampu
menjalaninya. Kami tidak menginginkan Anda selalu ada buat kami Pak, kami juga
tidak berharap Anda selalu kirim pesan, itu hanya membuat jemari Anda lecet. kami
hanya meminta setiap kami membutuhkan ada respon. Kami memang bukan anak kecil
yang selalu diawasi ataupun diperhatikan. Tetapi, kami disini masih mempunyai
hak untuk dibimbing. Bukannya membimbing dan merhatikan kami itu kewajiban Anda.
Anda masih dibayarkan kan? Tetapi faktanya 360 derajat berbeda.
Jangan
pernah salahkan kami Pak jika, kami mulai lalai dengan apa itu System
Pertidaksamaan, Conditional Sentence dan Bilangan Binner. Jika nanti kami
datang malah disuruh SKS(Sistem Kebut Sebulan) kejara-kejaran seperti mainan
kuda. Padahal Anda tahu sendiri IQ kami rendah.
Kami
disini tidak marah dengan Anda, kami hanya ingin Anda menjalankan tugas dengan
baik. Bukan malah melalaikan kami. Atau Anda melalaikan agar kami bisa
menangani masalah sendiri, agar kami tidak mengganggu Anda dengan keluhan yang
tidak berguna dari kami. Kami diam sampai saat ini karena kami masih
menghargai Anda, kami tidak mau ribut dan cari masalah. Apa yang akan kami jelaskan
ke orang tua kami tentang kewajiban Anda selama ini. Anda siap mendapatkan cap
negative dari orang tua kami. Dan apa yang harus kami ceritakan ke penerus kami
jika, dia tahu Anda yang sebenarnya. Kami tidak mau Pak menceritakan yang
sesungguhnya kepada mereka, kami khawatir semangat mereka luntur.
Disini
kami memang tinggal sendiri di kota besar metropolitan serta daerah pariwisata,
kota yang begitu terkenal sampai mancanegara. Kota yang bisa menghibur setiap
harinya. Kami bisa pergi kemanapun kok semau kami. Keluar malampun tanpa pulangpun terserah kami. Tetapi, itu semua belum bisa
menyembuhkan rasa rindu yang terbesit dihati kami. Suara via telephone pun
juga tidak bisa mengobati . Kami memang selalu tersenyum dan tegar agar kami
terlihat baik-baik saja dan tidak ada yang mengkhawatirkan.
Ini hanya sebatas coretan yang
mungkin mewakili saudara yang senasib sama dengan kami. Ini negara demokrasi
kan ? dimana kami bisa menyalurkan kritikan kami dimanapun kami mau. Diman setiap
karya boleh ditunjukkan kepada siapa saja. Ya semoga coretan ini tidak
disalahgunakan dan bisa membangun kita bersama menjadi lebih baik. Tetap semangat
untuk teman seperjuangan kurang 2 bulan lagi . yang semangatnya udah hilang tolong
kita semangati lagi ya.Read Only, Do Not be Shared. Thanks










